Saturday, May 9, 2015

Kunci Sukses Membangun Negeri



Kunci Sukses Membangun Negeri 

Oleh: ASRIL, SHI.,SH.,MH.

            Kesuksesan dan keberhasilan dalam islam hanya satu saja ciri utamanya yaitu “Inna Akraamakun Indallahi Atqaakum”.Sesungguhnya orang yang paling mulia dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang bertaqwa.Juga orang yang paling mampu membaca, menggali dan memompa potensi dirinya sehingga bisa berkarya yang terbaik di jalannya, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, maslahat bagi dunianya dan berarti bagi akhirat nanti itulah yang disebut kesuksesan.Abdullah Gymnastiar dalam sebuah ceramahnya pernah memberikan usaha-usaha dan tahapan untuk membangun, negara, termasuk diri sendiri supaya sukses, di antaranya:
            Pertama, Beribadah dengan benar.Inilah awal dari kesuksesan, karna hidup tanpa ibadah seperti hidup tanpa pondasi.Bangunan tanpa pondasi akan mudah roboh.Beribadah dengan benar akan membuat kita tawadhu’ dalam mengabdi kepada Allah, hati akan menjadi tenteram dan hidup akan menjadi tenang.Tidak sedikit kita lihat orang yang kaya harta bendanya rumah mewah megah nan indah tetapi kadang kala mereka rasakan laksana neraka.Begitupun yang sudah punya pangkat jabatan tinggi, tetapi sering juga hati dan perasaan tidak tenang.Mungkin di sebabkan oleh cara beribadah belum di lakukan secara benar.
“Manusia di timpa kehinaan (kegelisahan) di mana saja mereka berada, kecuali mereka yang menjalin hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik sesama manusia (Q.S Al-Imran:112).
            Kedua, Berahlak baik.Jika kita rajin beribadah, tetapi mulut kita masih kotor, atau perbuatan kita tidak jujur, selalu berbuat curang, lalu apalah artinya kita rajin beribadah kalau tidak di barengi akhlak yang baik.Tidak satupun dalam hadits rasul yang menegaskan kepada kita bahwa tujuan utama beliau di utus kedunia untuk mengajak shalat dan puasa.Melainkan tujuan utama beliau adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan ahlak manusia itu sendiri.Kalau kita selalu berusaha sekuat tenaga menjaga ahlak, insya allah akan terbuka pintu sukses dalam kehidupan.
 
sumber foto: http://www.suara-islam.com

            Ketiga, Belajar tidak henti. Tidak cukup berahlak dan beribadah,karna masalah potensi konflik dan kebutuhan kita semuanyaakan bertambah.Bagaimana mungkin menyikapi dan menghadapi segala yang semakin rumit dengan ilmu yang tidak bertambah.Ciri-ciri orang yang sukses adalah orang yang cinta ilmudan cinta pada belajar.Tetapi sayang , kita perhatikan masyarakat terutama orang tua,calon pecinta ilmu lebih menekankan dalam encari ilmu setelah tamat sekolah atau kuliah nanti bagamana supaya cepat bisa mendapatkan pekerjaan.Tidak pernah terpikir oleh mereka mana tempat belajar atau tempat kuliah yang bermanfaat untuk dirinya, bermanfaat untuk orang banyak dan mana tempat belajar yang mengarah kepada perbaikan ahlak.
            Keempat, Bekerja keras.Ada orang yang bekerja keras, tetapi akalnya kurang digunakan optimal,maka hasilnya tidak sempurna.Ada juga orang yang sudah bekerja keras dan berpikir cerdas, tetapi kemudian dia menjadi ujub dan sombong karna merasa semua itu adalah hasil kerja keras dan kepintarannya.Ia tidak meyadari bahwa kemampuannya bekerja keras dan memiliki akal cerdas pada hakikatnya adalah karunia ALLAH SWT juga.Orang yang demikian amalnya tidak akan diterima-Nya karena hatinya tidak ikhlas.
            Kelima, Bersahaja dalam hidup.Ada orang yang bekerja keras tetapi pahalanya hangus karena niatnya hanya untuk bermegah-megah, bahkan sering kali ia dengki kepada orang lain yang lebih baik darinya.Dengan gemar hidup bersahaja, maka penghasilan akan lebih tinggi dari kebutuhan, sehingga kita lebih banyak bersedekah dan berinvestasi(mengeluarkan harta).Mudah-mudahan suatu saat nanti budaya masyarakat kita bukan budaya memiliki barang tetapi budaya berinvestasi.Kalaupun memiliki barang,barangnya akan mempunyai nilai tambah, bukan barangnya yang menjadi biaya tambah.
            Keenam, Bantu sesama.Kesuksesan di ukur dari kemampuan kita enyukseskan orang lain.Kalau ada orang kaya yang memiliki perusahaan raksasa,lihatlah apakah saudaranya, tetangganya, ataupun karyawannya sukses atau tidak?,maka diabelum sukses.Bantulah orang di sekitar kita agar mempunyai tata nilai yang sama.Juga masih kita lihat saudara kita yang kaya naik haji ke mekkah sampai empat –lima kali,sementara anak yatim, fakir miskin hidupnya terlunta-lunta, pembangunan mesjid, mushalla dan madrasah entah kapan selesainya.Kadang kala dengan naik haji berulang-ulang menjadi hidupnya bangga di mata manusia.Salah satu makna dan pelajaran di balik adanya musibah dan bencana yang meanda negeri kita adalah menguji sejauh mana solidaritas antar sesama manusia.Apakah di bantu saudaranya yang ditimpa musibah atau menggelapkan bantuan untuk saudaranya?
            Ketujuh,bersihkan hati selalu.Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang ikhlas,jangan merasa paling berjasa,paling pintar atau mulia.Tapi sadarilah hanya karunia dan pinjaman Allah kepada kita.Apalah artinya kita banyak mendapatkan ,bila kita tidak mendapatkan ridhoNya akibat kesombongan kita.Tidak ada kata terlambat  untuk bangkit walaupun ujian dan teguran Allah datang dengan bertubi-tubi,tetapi kalau niat suci ingin memperbaiki,ini sangat berarti bagi rakyat di negeri ini.Cita-cita hidup akan di persembahkan kepada yang terbaik.
            Mudah-mudahan Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana selalu menolong kita menemukan jalan keluar yang tepat bagi negeri kita ini untuk bangkit dari ujian keterpurukan dan musibah serta bencana yang selalu melanda.Kini kita semua harus sadar bahwa kesibukan mempermasalahkan masalah, membincangkan dan memperdebatkan hal yang tidak berguna,tidak akan menghasilkan jalan keluarnya,tetapi kita harus bangkit memperbaiki dari diri sendiri dan dari hal yang terkecil.Kesuksesan dalam hidup di negeri ini di awali dari kesuksesan diri sendiri.Amiin.
Sumber :Buletin Jumu’ah Ad Dakwah oleh IKMI KOORWIL RIAU.

No comments:

Post a Comment