Kunci Sukses Membangun
Negeri
Oleh: ASRIL,
SHI.,SH.,MH.
Kesuksesan dan keberhasilan dalam
islam hanya satu saja ciri utamanya yaitu “Inna Akraamakun Indallahi
Atqaakum”.Sesungguhnya orang yang paling mulia dalam pandangan Allah adalah
orang-orang yang bertaqwa.Juga orang yang paling mampu membaca, menggali dan
memompa potensi dirinya sehingga bisa berkarya yang terbaik di jalannya,
bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, maslahat bagi dunianya dan berarti bagi
akhirat nanti itulah yang disebut kesuksesan.Abdullah Gymnastiar dalam sebuah
ceramahnya pernah memberikan usaha-usaha dan tahapan untuk membangun, negara,
termasuk diri sendiri supaya sukses, di antaranya:
Pertama, Beribadah dengan
benar.Inilah awal dari kesuksesan, karna hidup tanpa ibadah seperti hidup tanpa
pondasi.Bangunan tanpa pondasi akan mudah roboh.Beribadah dengan benar akan
membuat kita tawadhu’ dalam mengabdi kepada Allah, hati akan menjadi tenteram
dan hidup akan menjadi tenang.Tidak sedikit kita lihat orang yang kaya harta
bendanya rumah mewah megah nan indah tetapi kadang kala mereka rasakan laksana
neraka.Begitupun yang sudah punya pangkat jabatan tinggi, tetapi sering juga
hati dan perasaan tidak tenang.Mungkin di sebabkan oleh cara beribadah belum di
lakukan secara benar.
“Manusia di
timpa kehinaan (kegelisahan) di mana saja mereka berada, kecuali mereka yang
menjalin hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik sesama manusia (Q.S
Al-Imran:112).
Kedua, Berahlak baik.Jika kita rajin
beribadah, tetapi mulut kita masih kotor, atau perbuatan kita tidak jujur,
selalu berbuat curang, lalu apalah artinya kita rajin beribadah kalau tidak di
barengi akhlak yang baik.Tidak satupun dalam hadits rasul yang menegaskan
kepada kita bahwa tujuan utama beliau di utus kedunia untuk mengajak shalat dan
puasa.Melainkan tujuan utama beliau adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan
ahlak manusia itu sendiri.Kalau kita selalu berusaha sekuat tenaga menjaga
ahlak, insya allah akan terbuka pintu sukses dalam kehidupan.
sumber foto: http://www.suara-islam.com
Ketiga, Belajar tidak henti. Tidak
cukup berahlak dan beribadah,karna masalah potensi konflik dan kebutuhan kita
semuanyaakan bertambah.Bagaimana mungkin menyikapi dan menghadapi segala yang
semakin rumit dengan ilmu yang tidak bertambah.Ciri-ciri orang yang sukses
adalah orang yang cinta ilmudan cinta pada belajar.Tetapi sayang , kita
perhatikan masyarakat terutama orang tua,calon pecinta ilmu lebih menekankan
dalam encari ilmu setelah tamat sekolah atau kuliah nanti bagamana supaya cepat
bisa mendapatkan pekerjaan.Tidak pernah terpikir oleh mereka mana tempat
belajar atau tempat kuliah yang bermanfaat untuk dirinya, bermanfaat untuk
orang banyak dan mana tempat belajar yang mengarah kepada perbaikan ahlak.
Keempat, Bekerja keras.Ada orang
yang bekerja keras, tetapi akalnya kurang digunakan optimal,maka hasilnya tidak
sempurna.Ada juga orang yang sudah bekerja keras dan berpikir cerdas, tetapi
kemudian dia menjadi ujub dan sombong karna merasa semua itu adalah hasil kerja
keras dan kepintarannya.Ia tidak meyadari bahwa kemampuannya bekerja keras dan
memiliki akal cerdas pada hakikatnya adalah karunia ALLAH SWT juga.Orang yang
demikian amalnya tidak akan diterima-Nya karena hatinya tidak ikhlas.
Kelima, Bersahaja dalam hidup.Ada
orang yang bekerja keras tetapi pahalanya hangus karena niatnya hanya untuk
bermegah-megah, bahkan sering kali ia dengki kepada orang lain yang lebih baik
darinya.Dengan gemar hidup bersahaja, maka penghasilan akan lebih tinggi dari
kebutuhan, sehingga kita lebih banyak bersedekah dan berinvestasi(mengeluarkan
harta).Mudah-mudahan suatu saat nanti budaya masyarakat kita bukan budaya
memiliki barang tetapi budaya berinvestasi.Kalaupun memiliki barang,barangnya
akan mempunyai nilai tambah, bukan barangnya yang menjadi biaya tambah.
Keenam, Bantu sesama.Kesuksesan di
ukur dari kemampuan kita enyukseskan orang lain.Kalau ada orang kaya yang
memiliki perusahaan raksasa,lihatlah apakah saudaranya, tetangganya, ataupun
karyawannya sukses atau tidak?,maka diabelum sukses.Bantulah orang di sekitar
kita agar mempunyai tata nilai yang sama.Juga masih kita lihat saudara kita
yang kaya naik haji ke mekkah sampai empat –lima kali,sementara anak yatim,
fakir miskin hidupnya terlunta-lunta, pembangunan mesjid, mushalla dan madrasah
entah kapan selesainya.Kadang kala dengan naik haji berulang-ulang menjadi
hidupnya bangga di mata manusia.Salah satu makna dan pelajaran di balik adanya
musibah dan bencana yang meanda negeri kita adalah menguji sejauh mana
solidaritas antar sesama manusia.Apakah di bantu saudaranya yang ditimpa
musibah atau menggelapkan bantuan untuk saudaranya?
Ketujuh,bersihkan hati selalu.Allah
tidak akan menerima amal kecuali amal yang ikhlas,jangan merasa paling
berjasa,paling pintar atau mulia.Tapi sadarilah hanya karunia dan pinjaman
Allah kepada kita.Apalah artinya kita banyak mendapatkan ,bila kita tidak
mendapatkan ridhoNya akibat kesombongan kita.Tidak ada kata terlambat untuk bangkit walaupun ujian dan teguran
Allah datang dengan bertubi-tubi,tetapi kalau niat suci ingin memperbaiki,ini
sangat berarti bagi rakyat di negeri ini.Cita-cita hidup akan di persembahkan kepada
yang terbaik.
Mudah-mudahan Allah yang maha kuasa
dan maha bijaksana selalu menolong kita menemukan jalan keluar yang tepat bagi
negeri kita ini untuk bangkit dari ujian keterpurukan dan musibah serta bencana
yang selalu melanda.Kini kita semua harus sadar bahwa kesibukan
mempermasalahkan masalah, membincangkan dan memperdebatkan hal yang tidak
berguna,tidak akan menghasilkan jalan keluarnya,tetapi kita harus bangkit
memperbaiki dari diri sendiri dan dari hal yang terkecil.Kesuksesan dalam hidup
di negeri ini di awali dari kesuksesan diri sendiri.Amiin.
Sumber :Buletin Jumu’ah Ad Dakwah oleh IKMI KOORWIL
RIAU.
No comments:
Post a Comment