Monday, May 18, 2015

Terjebak di jalan bubur Lumpur

Terjebak di jalan bubur Lumpur

Kamis 14 mei 2015, sekitar jam 13.30 saya mulai berangkat mengendarai motor  jupiter MX saya menuju kampung halaman tercinta desa pebenaan karna dalam beberapa hari ke depan kelas saya bakalan libur kuliah sebab tanggal merah yg berdekatan.awalnya saya berangkat sendirian namun di tengah perjalanan saya bertemu dengan beberapa teman saya yang se arah namun desa kami berbeda, jadi saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama mereka.

Setelah beberapa jam perjalanan tiba saat nya kami mengambil jalan yg berbeda karna kampung yang berbeda pula.Jalan yang bakalan saya lalui adalah lewat teluk dalam yg saya tahu jalan ini jalan yg tercepat sampai di desa saya,  sebenarnya ada jalan lain yaitu lewat seberang pebenaan namun harus melalui penyeberangan yang namanya ponton dulu sedangkan penyebrangan itu sendiri sudah tidak melakukan aktifitasnya karna sudah larut malam.Siang nya sebelum saya berangkat saya sempat bertanya bagaimana keadaan jalan teluk dalam ini kata saudara saya baru selesai hujan dan jalan kemungkinan tidak bagus dan orang tua saya menyarankan agar saya lewat seberang pebenaan dan tinggal saja motor di seberang nanti di jemput pake pompong katanya.

Tapi akhirnya keputusan saya lewat teluk dalam juga.Kalau tidak salah ada 18 jembatan yg harus di lalui baru sampai ke desa saya. Setelah lewat beberapa parit saya lewati tiba di satu jalan yang paling jelek jalannya, menurut saya tidak bisa lagi di lewati , akhirnya saya paksakan juga dan blessss,,, ban motor tak bisa naik karna terbenam di lumpur yang sudah kayak bubur, saya angkat ban yg belakang yang terbenam lalu dengan refleknya motor pun ikut bergerak dan tumbang, saya tegakkan lagi motor, lalu terbenam lagi , begitulah berulang-ulang hingga 6-7 kali saya usahakan tapi hasilnya tetap sama, sampai sendal gunung yang baru saya beli beberapa hari yang lalu putus dan dengan keadaan haus serta perut lapar juga ban motor yg tidak bisa jalan lagi karna tenggelam tadi, perasaan putus asa pun timbul dan serasa ingin tidur saja di daerah sekitar situ, ku lihat-lihat batang kelapa guna mencari tempat bersandar tubuh yg lelah ini.Setelah beberapa saat berfikir kemudian tiba ide untuk mengetok pintu warga sekitar guna meminta batuan untuk mengangkat ban motor yang tenggelam tadi.Alhamdulillah masih ada yg mau menolong di gelap nya malam itu dan akhirnya motor bisa keluar dari lumpur yang seperti bubur tadi. Saya benar-benar berterima kasih sama orang tersebut dan akan saya ingat bantuannya tersebut.
Setelah itu saya lanjutkan perjalanan ke kampung saya dan alhamdulillah saya bisa sampai kerumah dengan selamat.
Sesampainya di rumah saya ceritakan semua sama orang tua saya kemudian mandi dan istirahat sejenak.
Saya benar-benar trauma jika hendak lewat di  teluk dalam lagi jika selepas hujan.
Kisah ini juga memberi hikmah bagi saya.
ya ini sedikit cerita saya....

No comments:

Post a Comment