Kamis 14 mei 2015, sekitar jam 13.30
saya mulai berangkat mengendarai motor
jupiter MX saya menuju kampung halaman tercinta desa pebenaan karna
dalam beberapa hari ke depan kelas saya bakalan libur kuliah sebab tanggal merah
yg berdekatan.awalnya saya berangkat sendirian namun di tengah perjalanan saya
bertemu dengan beberapa teman saya yang se arah namun desa kami berbeda, jadi
saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama mereka.
Setelah beberapa jam perjalanan tiba
saat nya kami mengambil jalan yg berbeda karna kampung yang berbeda pula.Jalan
yang bakalan saya lalui adalah lewat teluk dalam yg saya tahu jalan ini jalan
yg tercepat sampai di desa saya,
sebenarnya ada jalan lain yaitu lewat seberang pebenaan namun harus
melalui penyeberangan yang namanya ponton dulu sedangkan penyebrangan itu
sendiri sudah tidak melakukan aktifitasnya karna sudah larut malam.Siang nya
sebelum saya berangkat saya sempat bertanya bagaimana keadaan jalan teluk dalam
ini kata saudara saya baru selesai hujan dan jalan kemungkinan tidak bagus dan
orang tua saya menyarankan agar saya lewat seberang pebenaan dan tinggal saja
motor di seberang nanti di jemput pake pompong katanya.
Tapi akhirnya keputusan saya lewat teluk
dalam juga.Kalau tidak salah ada 18 jembatan yg harus di lalui baru sampai ke
desa saya. Setelah lewat beberapa parit saya lewati tiba di satu jalan yang
paling jelek jalannya, menurut saya tidak bisa lagi di lewati , akhirnya saya
paksakan juga dan blessss,,, ban motor tak bisa naik karna terbenam di lumpur
yang sudah kayak bubur, saya angkat ban yg belakang yang terbenam lalu dengan refleknya motor pun ikut bergerak dan
tumbang, saya tegakkan lagi motor, lalu terbenam lagi , begitulah
berulang-ulang hingga 6-7 kali saya usahakan tapi hasilnya tetap sama, sampai sendal
gunung yang baru saya beli beberapa hari yang lalu putus dan dengan keadaan
haus serta perut lapar juga ban motor yg tidak bisa jalan lagi karna tenggelam tadi,
perasaan putus asa pun timbul dan serasa ingin tidur saja di daerah sekitar
situ, ku lihat-lihat batang kelapa guna mencari tempat bersandar tubuh yg lelah
ini.Setelah beberapa saat berfikir kemudian tiba ide untuk mengetok pintu warga
sekitar guna meminta batuan untuk mengangkat ban motor yang tenggelam
tadi.Alhamdulillah masih ada yg mau menolong di gelap nya malam itu dan
akhirnya motor bisa keluar dari lumpur yang seperti bubur tadi. Saya
benar-benar berterima kasih sama orang tersebut dan akan saya ingat bantuannya
tersebut.
Setelah itu saya lanjutkan perjalanan ke
kampung saya dan alhamdulillah saya bisa sampai kerumah dengan selamat.
Sesampainya di rumah saya ceritakan
semua sama orang tua saya kemudian mandi dan istirahat sejenak.
Saya benar-benar trauma jika hendak
lewat di teluk dalam lagi jika selepas
hujan.
Kisah ini juga memberi hikmah bagi saya.
ya ini sedikit cerita saya....
No comments:
Post a Comment