Friday, May 29, 2015

LUQMANUL HAKIM BAPAK PENDIDIKAN

LUQMANUL HAKIM BAPAK PENDIDIKAN
OLEH: ASRIL,SHI.,SH.,MH.


            Di dalam Al-Qur’an ada satu surat yang bernama surat Luqman, di mana Allah telah memberikan contoh kepada ibu bapak untuk membentuk anak-anaknya, seperti yang telah di lakukan di zaman dahulu oleh Luqmanul Hakim kepada anak-anaknya.Pokok-pokok yg di kemukakan oleh Luqman dalam nasehat (pengajaran) kepada anak-anaknya dalam garis besarnya terdiri dari lima hal yaitu:

1.Pendidikan Aqidah (Tauhid)

            Allah SWT telah berfirman :

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberikan pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah amu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) benar-benar kezaliman yang besar”.

Penjelasan jangan mensyerikatkan Allah (syirik) itu yang di sebutkan dengan istilah tauhid, adalah termasuk dalam rangka aqidah, yang merupakan landasan pokok dalam kehidupan manusia.Tidak heran apabila persoalan itu di letakkan pada no.1 dalam rangkaian nasehat Luqman.Tauhid membentuk jiwa dan sikap hidup manusia hanya semata-mata percaya kepada Allah, kepercayaan yang murni.Dengan pendidikan tauhid anak-anak akan mempunyai pegangan, tidak kehilangan arah dalam situasi bagaimanapun, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.Sebab mereka percaya sepenuhnya, bahwa segala sesuatu yang di temui dalam kehidupan ini datangnya dari yang maha kuasa dan akan kembali kepada-Nya.

2.Pendidikan Berbakti (Ibadah)

            Pada ayat berikutnya dalam surat Luqman ayat 17 itu di jelaskan :”Hai anakku! dirikanlah shalat.Dari urutan ini dapat kita pahami bahwa setelah seorang anak mempunyai landasan yang kuat dalam kehidupannya, harusah di bentuk pula supaya dia berbakti kepada Alllah dengan mengerjakan shalat sebagai satu cara Ubudiyah dan berbakti kepada Allah, menunjukkan syukur kepada nikmat-nikmat yang dikaruniakanNya, pengaruh baik pada nilai shalat itu mengntungkan kepada manusia sendiri, baik menyangkut soal jasmani maupun masalah-masalah rohani.

3.Pendidikan kemasyarakatan (sosiologi)
            Dalam sambungan ayat di atas di jelaskan pula “Suruhlah mengerjakan (perbuatan) yang baik dan laranglah dari perbuatan yang jahat(mungkar)”.Hendaklah ibu dan bapak mendidik anaknya supaya mereka membiasakan diri memperbuat kebajikan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain atau masyarakat, supaya menjauhi perbuatan yang buruk, ang merugikan kepada diri sendiri dan merusak pada orang lain.

4.Pendidikan Mental
            Tentang pembentukan mental, disebutkan dalamsambungan ayat tersebut;”Dan berlaku sabarlah(teguh hati) menghadapi peristiwa yang  menimpa engkau, sesungguhya skikap yang demikian termasuk perintah yang sunguh-sungguh”.Sikap saba dan teguh hati mengarungi gelombang hidup, terutama menghadapi musim pancaroba adalah salah satu sikap mental yang di perlukan untuk mencapai sukses dan kemenangan dalamsetiap usaha dan perjuangan.Keteguhan hati dapat membentuk kemauan yang kuat, menguatkan cita-cita mengalirkan kegiatan, menghilangkasemangat lesu dan lain sebagainya.

5.Pendidikan Ahlak (budi pekerti)
            Sambungan ayat itu “Janganlah engkau memalingkan muka dari manusia karenakesombongan dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombongdan membanggakan diri (Q.S Luqman ayat18).Allah sangat membenci orang-orang yang selalu membanggakan diri, kecantikannya, kepandaiannya dan kekayaannya.” dan berlaku sabarlah dalam perjalanan/melangkah, dan lembutkanlah suara engkau, sesungguhnya suara yang amat  buruk ialah suara keledai(Q.S Luqman ayat 19).

            Pokok-pokok inilah yang harus di tanamkan oleh setiap ibu bapak ke dalam jiwa putra-putrinya semenjak waktu kecil sehingga setelah pemuda dan dewasa kelak, anak-anak itu sudah terlatih  dengan alat-alat dan syarat-syarat yang di perlukan dalam menghadapi kehidupan, yang sesuai dengan hasrat yang di inginkan oleh setiap ibu da bapak.Akan tetapi sangat ganjil, dalam hal ini pelaksanaan ibu bapak sendiri dalam praktek dan kenyataan yang mereka tunjukkan dalam perbuatan sendiri.Tidak mungkin seorang mempunyai aqidah yang kuat, menjadi orang yang taat dan berbakti kepada Allah SWT, menjadi pejuang penegakan kebaikan dan memberantas kemerosotan dan kemaksiatan, menjadi seorang yang tetap teguh, mempunyai moral yang baik seandainya bapak ibu sendiri tidak pernah berbuat yang demikian dalam kehidupan mereka sehari-hari,Jika ibu bapak umpanya masih percaya pada khurafat, tahayul, jarang menghadap kiblat (mengerjkan shalat) kurang mengerjakan perbuatan-perbuatan kebajikan, tidak kuat jiwa dan daya tahannya, berlaku sombong, angkuh, hanya pandai berteriak dan sebagainya, maka sudah pasti anak-anaknya sendiri tidak jauh dari prilaku demikian.Itulah sebabnya Rasulullah menegaskan bahwa ibu dan bapak sendirilah pada hakekatnya menjadikan anak mereka baik atau buruk, menjadi bunga atau benalu.Mudah-mudahan anak-anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah.


sumber tulisan: Buletin Jumu’ah AD DAKWAH yg di terbitkan oleh IKMI KOORWIL RIAU.
semoga bermanfaat...
 

Tuesday, May 26, 2015

Derajat Orang yang Berilmu & Hukum Mengajarkan Ilmu

Menuntut Ilmu
bagian
Derajat Orang yang Berilmu & Hukum Mengajarkan Ilmu


Assalamualaikum wr wb.

Jika di tinjau dari segi orang yang memiliki ilmu dengan yang tidak sungguh sangat jauh sekali perbedaannya, baik nilainya maupun derajatnya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Az-Zumar, ayat 9 :
Artinya:”Katakanlah hai muhammad!. Adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya orang yang dapat menyadari itu hanyalah orang yang mempunyai fikiran”.(Az-Zumar, ayat 9).
Di dalam ayat lain Allah berfirman:

Artinya:”Allah meninggikan segala orang yang beriman dan segala orang yang di berikan lmu dengan beberapa derajat”.(surah Al-mujaadalah ayat 11).

Ayat-ayat tersebut menggambarkan betapa tinggi nilai dan derajat orang yang berilmu itu, dengan ilmu manusia  akan memperoleh segala kebaikan; dan dengan ilmu manusia akan memperoleh kedudukan derajat yang mulia.Walaupun pada suatu ketika pandangan manusia terhadap ilmu atau pemilik ilmu manjadi kabur, karena kerasnya pengaruh benda-benda atau yang lain-lain, tetapi kita yakin, nanti pada suatu ketika juga manakala bahaya yang di timbulkan oleh benda-benda atau yang lainnya telah menghebat, orang akan kembali lagi mencari ilmu untuk pengobatannya.

Hukum Mengajarkan Ilmu

Kalau kita telahmempelajari dan memiliki ilmu-ilmu itu, apakah kewajiban kita yang harus di tunaikan ?.. Kewajiban yang harus di tunaikan ialah mengamalkan segala ilmu itu, sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan manfaat bagi orang lain.

Agar bermanfaat bagi orang lain hendaklah ilmu itu kita ajarkan kepada mereka.Mengajarkan ilmu-ilmu ialah :”Memberi penerangan kepada mereka dengan uraian lisan, atau dengan melaksanakan dengan suatu amal di hadapan mereka atau dengan jalan menyusun dan mengarang buku-buku untuk dapat di ambil manfaatnya.
Mengajarkan ilmu kecuali ilmu memang di perintah oleh agama,sungguh tidak di sangkal lagi bahwa mengajar adalah suatu pekerjaan yang seutama-utamanya.Nabi di utus kedunia ini pun dengan tugas mengajar, sebagaimana sabdanya yang artinya

“Aku di utus ini, untuk menjadi pengajar”(H.R Baihaqi).

Sekiranya Allah tidak membangkitkan rasul untuk menjadi guru manusia,guru dunia, tentulah masyarakat manusia tinggal dalam kebodohan sepanjang massa.

Walaupun akal dan otak manusia mungkin menghasilkan berbagai ilmu pengetahuan, namun masih ada juga hal-hal yang tidak dapat di jangkaunya, yaitu hal-hal yang di luar akal manusia.Untuk itulah rasul Allah di bangkitkan di dunia ini.

Memngingat pentingnya penyebaran ilmu pengetahuan kepada manusia/masyarakat secara luas, agar mereka tidak dalam kebodohan dan kegelapan, maka di perlukan kesadarannya bagi para mu’allim, para guru dan ulama untuk beringan tangan menuntun mereka menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.Bagi para guru dan ulama yang suka menyembunyikan ilmunya mendapat ancaman sebagaimana sabda nabi SAW:

Artinya:”Barang siapa di tanya tentang suatu ilmu, kemudian menyembunyikan ( tidak mau memberikan jawabannya ), maka Allah akan mengekangkan (mulutnya),kelak di hari kiamat dengan kekangan(kendali) dari api neraka”.(H.R Ahmad).

Marilah kita tuntut ilmu pengetahuan , sesempat mungkin dengan tidak ada hentinya tanpa absen sampai ke liang kubur, dengan ikhlas dan tekad mengamalkan dan menyubangkannya kepada masyarakat, agar kita semua dapat mengenyam hasil dan buahnya.

Sekian dan terima kasih dan semoga bermanfaat..
baca juga


wassalamualaikum...

Hukum Menuntut Ilmu & Menuntut Ilmu Sebagai Ibadat

Bismillahirrahmanirrahim
assalamualaikum wr.wb, semoga saudara-saudaraku sekalian dala keadaan sehat walafiat,amin.

TEMA----MENUNTUT ILMU-----


Pada posting kali ini saya akan menulis beberapa hal ataupun judul pokok yg berkaitan dengan menuntut ilmu di antaranya :

Derajat Orang  yang BerIlmu & Hukum Mengajarkan Ilmu

Tulisan ini bersumber dari Buku Ilmu Fiqih Islam Lengkap karangan Drs.H.Moh. Rifa’i
yang di terbitkan ole CV.Toha Putra Semarang dan semoga dg saya membagikan tulisan dari buku tersebut di blog ini kelak menjadi amal yang tiada henti. Amiin


            Apabila kita memperhatikan isi Al-Qur’an dan Al-hadits, maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, untuk menuntut ilmu, agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan.

            Menuntut ilmu artinya berusaha menghasilkan segala ilmu, baik dengan jalan menanya,melihat atau mendengar.
Hadits nabi Muhammad SAW :

رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

Artinya”Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan”.(H.R. Ibn Abdulbari)

Dari hadits ini kita memperoleh pengertian, bahwa islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan,mengetahui segala kemaslahatan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang di dapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dengan aqaid dan ibadat, baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup.

Rasulullah SAW bersabda

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ (رواه الطبراني
Artinya”Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yg ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat) wajiblah ia menegtahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-dua nya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”.(H.R. Bukhari dan Muslim)

Islam mewajibkan kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang memberi manfaat dan berguna untuk menuntun kita dalam hal-hal yang berhubungan  dengan kehidupan kita di dunia agar tiap-tiap muslim jangan picik; dan agar setiap muslim dapat mengikuti perkembangan  ilmu pengetahuan yang dapat membawa kemajuan bagi penghuni dunia ini dalam batas-batas yang di ridhai oleh Allah SWT.

Demikian pula islam mewajibkan kita menuntut ilmu akhirat yang menghasikan natijah, yakni ilmu yang diamalkan sesuai dengan perintah-perinta syara’.

Hukum wajibnya perintah menuntut ilmu itu ada kalanya wajib a’in dan adakalanya wajib kifayah.
Ilmu yang wajib a’in di pelajari oleh mukhallaf yaitu yang perlu di ketahui untuk meluruskan aqidah yang wajib di percayai oleh seluruh muslimin; yang perlu diketahui untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaa yang di fardhukan atasnya seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.Di samping itu perlu di pelajari ilmu ahlak untuk mengetahui adab sopan santun yang kita laksanakan dan tingkah laku yang harus kita tinggalkan.Di samping itu harus pula mengetahui kepandaian dan keterampilan  yang menjadi tonggak hidupnya.

Adapun pekerjaan-pekerjaan  yang tidak di kerjakan  sehari-hari maka diwajibkan mempelajari nya  kalau di kehendaki akan melaksanakannya, seperti seorang yang hendak memasuki gapura pernikahan, seperti syarat-syarat dan rukun-rukunnya dan segala yang di haramkan da di halalkan dalam menggauli istrinya.
Sedang ilmu yang wajib kifayah hukum mempelajarinya, ialah ilmu-ilmu yang hanya menjadi pelengkap, msalnya ilmu tafsir, ilmu hadits dan sebagainya.


Di lihat dari segi ibadat, sungguh menuntut ilmu itu sangat tingi nilai dan pahalanya,sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW:

Artinya:”Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang), kemudian mempelajari  satu ayat dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka pahalanya lebih baik dari pada ibadat satu tahun”.

Dalam hadits lain di katakan :

Artinya:”Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu  maka dia telah termasuk dalam golongan fisabilillah (orang yang menegakkan agama Allah ) hingga ia sampai pulang kembali”.(H.R Tarmudzi).

Mengapa menuntut ilmu itu sangat tinggi nilainya di lihat dari segi ibadat? Karena amal ibadah yang tidak dilandasi dengan yang berhubungan dengan itu, akan sia-sialah amalnya.Syaikh Ibnu Ruslan dalam hal ini menyatakan :
Artinya:”Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu, maka segala amalnya akan di tolak, yakni tidak di terima”.
Itulah sedikit penjelasan tentang hukum menuntut ilmu bagi umat islam dan silahkan baca juga tentang:

Derajat Orang Yang berilmu dan Hukum Mengajarkan Ilmu

semoga artikel ini bermanfaat, amiin...
wassalamualaikum...

Sunday, May 24, 2015

TUGAS dan TUJUAN HIDUP MUSLIM

TUGAS dan TUJUAN HIDUP MUSLIM
Oleh:Majelis MS
tujuan muslim sejati

Bila di tanya kepada diri kita “Apa yg di cari dalam hidu ini ?” kekayaan ? kesenangan ? kecantikan? kebahagiaan kah atau ketenangan hati yang hanya dapat di peroleh dengan keridhaan dan ketaqaan kepada Allah SWT. Jawabannya di pulangkan kepada kita masing-masing.

Tugas, adalah kewajiban yang harus di kerjakan dan tujuan adalah haluan yang di tuju, maksud, keinginan dan sebagainya.Kamus B.indonesia oleh Tim Prima Pena.

Secara umum,Kita tahu manusia di citakan untuk mengabdi kepada Allah yang disebut ibadah. Dalam surah adz-zariyat 51:56 Allah berfirman:

“Dan AKU tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-KU”
Dan di dalam surah al-bayyinah 98:5 Allah berfirman:
“Padahal mereka tidak di suruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-NYA dalam (menjalankan) agama yang lurus.dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Ibadah itu terbagi dua, yaitu ibadah mahdhah (khusus) dan ibadah ghairu mahdhah (umum).Ibadah khusus seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, di sebut upacara ritual, kegiatan rohaniyah(spritual).Ibadah umum berarti apa saja perbuatan baik yang di dasarkan kepada AL-Qur’an dan sunnah di sebut amal shalih, seperti:

Pertama, memamurkan bumi, apakah menjadi petani, pelaut, pedagang, pegawai, karyawan, guru,dosen, profesional, memanfaatkan sumber daya alam sehingga berguna bagi kehidupan  dengan syarat tidak merusak bumi yang berakibat merusak kehidupan.

“Dialah yang telah menciptakan kamu dari bumi (tanah), dan menjadikan kamu pemakmurnya (menghuni dan mengolah hasil bumi untuk kemakmuran umat manusia)(Q.S Hud 11:61).Dan di ayat lain di katakan:
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.”Dan kami ciptakan  besi (dan perak,emas, almunium, tembaga, minyak dll) yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia( untuk di olah), dan supaya ALLAH mengetahui siapa yang menolong agama-Nya(islam) dan rasul-rasul padahal Allah tidak di lihatnya.Sesungguhnya Allah maha kuat lagi Maha perkasa(Q.S 57:25).

Kedua,Menjadipemimpin, mulai dari tingkat paling bawah seperti Rt/Rw sampai atas, baik memimpin diri sendiri maupun orang lain. Firman ALLAH,

“Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi ini” (Q.S Al-baqarah, 2:30)
“Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi”. (Q.S Al-Fathir, 35:39.)
Ketiga, menegakkan hukum yang berkeadilan (berdasarkan hukum Allah), terbebas dari pengaruh hawa nafsu(subjectif/vested interest).

“Hai Daud, sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah(penguasa) di muka bumi, maka tegakkanlah hukum diantara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu,Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

Tujuan Hidup Muslim :

Semua tugas/perbuatan manusia adalah untuk mencari kebahagiaan sejati.Kebahagiaan sejati, ketenangan bathin hanya bisa di dapatkan dengan iman dan ilmu pengetahuan tentang ke-Esaan ALLAH, baik ilmu tentang asma-asma Allah, hukum-hukum Nya dan juga ilmu tentang ciptaan Nya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat.Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S 58:11)
Dalam surat Al-Baqarah 2:201 manusia bermohon kepada Allah:

Artinya:”Diantara manusia ada yang meminta kepada Allah, ya tuhan kami berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan hindarkan lah kami dari ‘azab neraka’’.
Jadi yang kita harapkan dalam kehidupan ini adalah kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat dan terhindar dari azab neraka.

Caranya dengan mengingat Allah.Di surat Ar-ra’du 13:28 Allah berfirman:

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.

Dengan demikian sumber ketenangan hidup bagi seorang muslim adalah keimanan kepada Allah SWT dan ia selalu berzikir kepada Allah dengan segala penerapannya.
Hadis nabi, “Barang siapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang jiwanya dan dia mempunyai makanan di hari itu maka seolah-olah dunia ini di karuniakan kepadanya.
Rasulullah bersabda “Ada dua nikmat yang sering di lalaikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang”.

Mari kita manfaatkan kesehatan dan waktu kita untuk melaksanakan tugas dan tujuan hidup kita sebagai muslim dan mukmin.

PENUTUP
Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.Dan sesungguhny akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. Al-ankabut 29:64.
Hadits Rasulullah SAW “Barangsiapa yang menjadikan dunia ini (pusat )cita-citanya, niscaya Allah akan mencerai beraikan cita-cita nya dan menjadikan kefakiran menhantuinya serta tidak akan datang kepadanya keduniaan melainkan sekedar apa yang telah di tetapkan.Dan barang siapa yang menjadikan itu niatnya,niscaya Allah menghinpunkan segala urusan serta menciptakan kepuasan dalam hatinya sementara dunia datang tunduk kepadanya”(Hadits Bukhari Muslim)

sekian wassalam
Sumber: Buletin JUMU’AH AD-DAKWAH oleh IKMI KOORWIL RIAU.

Tuesday, May 19, 2015

Akreditasi Jurusan atau Program study Universitas Islam Negeri Sulthan Syarif Kasim Riau

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,,

Akreditasi Jurusan atau Program study Universitas Islam Negeri Sulthan Syarif Kasim Riau 2015 .Akreditasi jurusan atau program studi sebuah perguruan tinggi tentunya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi siswa-siswi SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi.Atas dasar keterangan di atas saya ingin berbagi informasi tentang Akreditasi jurusan atau Program study di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang juga merupakan peruguruan tinggi tempat saya kuliah.Di UIN Suska sendiri terdapat 8 fakultas dengan 37 program study atau jurusan yang ada.

Berikut ini adalah akreditasi jurusan yang ada di UIN Suska Riau, silahkan di simak...
Fakultas
Jurusan
Akreditasi
Gelar
Sains dan Teknologi
Teknik Informatika
B
S.T

Teknik Elektro
B
S.T

Teknik Industri
C
S.T

Sistem Informasi
C
S.Kom

Matematika Terapan
C
S.Si




Syariah dan Ilmu Hukum
Ilmu Hukum
C
S.H

Jinayah Siyasah
A
S.Sy

Ekonomi Islam
C
S.E.Sy

Ahwalul Syakhsiyah
A
S.Sy

Muamalah
A
S.Sy

Perbandingan Mazhab dan Hukum
B
S.Sy

Perbankan syari’ah
B
A.Md




Tarbiyah dan Keguruan
Pendidikan Agama Islam
A
S.Pd.I

Pendidikan Ekonomi
B
S.Pd

Pendidikan Matematika
B
S.Pd

Pendidikan Kimia
C
S.Pd

Kependidikan Islam
B
S.Pd.I

Pendidikan Bahasa Arab
B
S.Pd.I

Pendidikan Bahasa Inggris
C
S.Pd.I

Pendidikan Guru madrasah Ibtidaiyah
C
S.Pd.I

Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
-
S.Pd.I




Pertanian dan Peternakan
Peternakan
C
S.Pt

Agroteknologi
B
S.P




Ekonomi dan Ilmu Sosial
Akuntansi S1
C
S.E

Manajemen
C
S.E

Administrasi Negara
B
S.Sos

Manajemen Perusahaan
B
A.Md

Akuntansi D3
C
A.Md

Perpajakan
C
A.Md




Ushuluddin
Aqidah Filsafat
B
S.Ud

Tafsir Hadits
B
S.Ud

Pebandingan Agama
B
S.Ud




Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Ilmu Komunikasi
B
S.I.Kom

Pengembangan masyarakat islam
A
S.Kom.I

Manajemen Dakwah
B
S.Kom.I

Bimbingan dan Penyuluhan Islam
A
S.Kom.I




Psikologi
Psikologi
B
S.Psi




Pasca Sarjana
Hukum Keluarga S2
C
M.Sy

Hukum Keluarga S3
B
Dr

Pendidikan Agama Islam S2
B
M.Pd.I

Pendidikan Agama Islam S3
-
Dr

Ekonomi Syariah S2
B
M.E.Sy

Semoga info ini bermanfaat dan jangan lupa pertimbangkan jurusan yang adik-adik atau teman-teman inginkan jangan sampai kejadian salah pilih jurusan.

Wassalamualaikum.