Saturday, June 20, 2015

Ramadhan Bulan penuh Rahmat dan Berkah

Ramadhan Bulan penuh Rahmat dan Berkah (oleh : Majelis ms)
www.blogger-pebenaan.blogspot.com

“Hai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelun kamu agar kamu bertakwa.(Al-Baqarah :183).”

Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dengan segala keistimewaan yang ada padanya.Di dalam bulan ini, Allah SWT menjadikan banyak sekali saat-saat istimewa yang merupakan kesempatan beramal shalih paling menguntungkan.Kita mengetahui bahwa di dalam ramadhan ada kewajiban berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda “Telah datang kepada kalian bulan ramadhan.Bulan yang penuh berkah.Di dalamnya Allah mewajibkan puasa bagi kalian, pintu-pintu surga di buka lebar, pintu-pintu neraka di tutup rapat, setan-setan di belenggu.Di dalamnya juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan; barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, sungguh ia tidak mendapatkan kebaikan (HR.Ahmad, Al-Baihaqi, dan Al-Nasa’i).

Rasulullah SAW selalu memberi kabar gembira kepada para sahabat setiap kali ramadhan tiba.Di antara kabar gembira itu adalah hadits di atas.Allah SWT menjadikan bulan ini istimewa bagi setiap hambanya, baik hambanya itu ahli takwa maupun ahli maksiat.

(Wahai pegiat kebaikan, perbanyaklah kebaikanmu! Wahai pecandu keburukan, kurangilah keburukanmu!).
Allah berfirman, “Warabbuka yakhuluqu ma yasya’u wayakhtar” (Dan Rabbmu menciptakan segala yang Dia kehendaki).Allah SWT telah memilih mekkah sebagai tempat yang paling mulia di antara tempat-tempat lain di muka bumi.Allah telah memilih Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasul yang paling mulia di antara para nabi dan rasul.Allah telah memilih hari jum’at sebagai hari yang paling mulia di antara hari-hari yang lain.Demikian halnya dengan bulan, Allah telah memilih ramadhan sebagai bulan yang paling mulia dan paling istimewa di antara bulan-bulan yang lain.

Diantara rahmat dan berkah bulan ramadan:

1.Bulan ramadhan di turunkan-Nya Al-Qur’an.Al-Qur’an adalah sebuah kitab Allah yang tiada duanya, berisi petunjuk, penjelas, dan pemisah antara hak dan batil. Qs.2:185.
2.Kesempatan beramal shalih yang paling menguntungkan, karena pahalanya di lebihkan Allah dari pada hari-hari lainnya.
3.Pintu syurga terbuka lebar, pintu neraka tertutup rapat dan setan-setan di belenggu.
4.Di bulan ramadhan di wajibkan  berpuasa, di bulan lain tidak demikian.
5.Pahala amalan sunnah bagaikan amalan wajib.
6.Pahala satu amalan wajib seperti tujuh puluh pahala amalan wajib.
7.Disyariatkan shalat trawih, i’tikaf, di anjurkan banyak bersedekah, banyak membaca Al-qur’an dan sebagainya.
8.DijadikanNya malam Lailatul Qadar.
9.Catatan amalan tahunan manusia di tutup dan di laporkan kepada Allah pada bulan sya’ban.

Menurut Ustadz Heri Afrizal. Lc di internet: Jika kita mentadabburi Al-Qur’an, ada satu hal unik di antara keunikan-keunikan Al-qur’an yang tiada terbatas.Keunikan itu adalah Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang namanya i sebut di dalam Al-Qur’an.Ini mengisyaratkan ramadhan sangat istimewa.Sebagaimana satu-satunya nama perempuan yang di sebut dalam Al-Qur’an adalah Sayyidah maryam.Rasulullah menyabdakan bahwa Sayyidah maryam adalah salah satu wanita paling mulia yang telah mencapai derajat kesempurnaan.

Ramadhan adalh bulan paling mulia dengan segala keistimewaan yang ada padanya.Di dalam bulan ini Allah SWT menjadikan banyak sekali saat-saat istimewa yang merupakan kesempatan beramal shalih paling mengunttungkan.Kita mengetahui bahwa di dalam ramadhan ada kewajiban berpuasa, sedang Allah tidak mewajibkan puasa di bulan-bulan lain.Pada bulan amadhan pintu surga terbuka lebar, pintu neraka di kunci rapat, setan-setan di belenggu, pahala kebaikan di lipatgandakan, pahala amalan sunnah bagaikan amalan wajib,pahala amalan wajib seperti tujuh puluh amalan wajib.

Pada bulan tersebut juga di turunkan Al-qur’an sehingga bulan ramadhan lazim di sebut dengan shahrul qur’an (Bulan Al-qur’an).Di dalamnya di syaraiatkan shalat tarawih, i’tikaf, di anjurkan banyak bersedekah, banyak membaca Al-qur’an dan sebagainya.Juga terdapat malam Lailatul Qadar  yang jika di isi dengan kebaikan, pahalanya lebih banyak dari pahala amalan yang di lakukan seribu bulan.Betapa meruginya orang yang hanya mengisinya dengan tidur atau melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat pada malam itu, karena ia seolah-olah telah tidur dan tidak berbuat kebaikan selama seribu bulan.

Melihat begitu banyaknya keistimewaan bulan ramadhan ini, tidak heran jika Rasulullah SAW bersabda “Khaba wa khasir man adraka Ramadhana walam yughfarlahu” (sungguh sangat merugi orang yang melewati ramadhan sedang ia tidak di ampuni.Jika momen ramadhan yang sangat istimewa ini tidak mampu di manfaatkan dalam kebaikan untuk mendapatkan rahmat, ampunan dan pembebasan dari neraka, maka bagaimana lagi dengan bulan-bulan selain bulan ramadhan?

Mungkin ada orang yang bertaya, Apa hikmah Allah menjadikan Ramadhan begitu istimewa? Rasulullah SAW mengabarkan bahwa catatan amal tahunan manusia di tutup dan di laporkan kepada Allah pada bulan sya’ban.Oleh karena itu, beliau sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah di bulan sya’ban agar akhir dari lembar kehidupannya berakhir dengan kebaikan (husnul khatimah).Sebaliknya, seorang mukmin tidak ingin menutupi lembaran akhir buku kehidupannya, sedang dia dalam keadaan bermaksiat dan sangat jauh dari Allah SWT.

Jika sya’ban merupakan bulan penutup lembaran lama kehidupan setiap muslim, maka ramadhan tentunya merupakan bulan pembuka lembaran baru kehidupnnya.Di sinilah terlihat hikmah mengapa ramadhan merupakan bulan rahmat.Sungguh sebuah nikmat dan rahmat yang besar, Allah SWT menjadikan umat islam membuka buku catatan amalnya dengan bulan bulan yang mulia ini, dimana mereka dapat menggores pena amalnya untuk memenuhi lembaran hidup barunya dengan catatan amal yang banyak.
Karena awal yang baik adalah isyarat yang baik pula.

“Man kanat lahu bidayah muhriqah kanat lahu nihayah musyriqah.”
Maka bersegeralah wahai kaum yang beriman untuk kita manfaatkan bingkisan dan kado surgawi ini dengan sebaik-baiknya.Agar kita keluar dari bulan ramadhan seperti bayi yang baru lahir;bersih dari noda dan dosa.Sehingga kita bisa memulai hidup baru dengan lembaran baru, semangat dan tekad yang baru.

Janganlah biarkan diri merugi, sebab jika ramadhan saja kita sia-siakan, bagaimana lagi dengan bulan yang lain? “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan merugi.Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”Wallahu a’alam.
semoga bermanfaat...

No comments:

Post a Comment