Wednesday, June 10, 2015

Ketenangan Hidup

KETENANGAN HIDUP

oleh : Asril, SHI.,SH.MH

Pada zaman ini, ketentraman dan ketenangan hidup merupakan hal yang sangat mahal dan sulit di cari.Oleh karena itu, tidak semua orang memiliki ketenangan/ketentraman hidup.Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya antara lain adalah manusia itu sudah meninggalkan ajaran agama dan mengikuti dorongan nafsu amarah saja untuk mengejar kedudukan harta benda dengan caranya sendiri, sehingga tidak melaksanakan shalat,puasa, zakat dan sebagainya.Seseeorang bisa mencapai hidup tenteram bila telah mempunyai penghasilan kerja yang cukup di sertai dengan pelaksanaan ibadah dan amal shalih, baik dalam keluarga maupun masyarakat.Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha untuk menyelaraskan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi dengan senantiasa mengingat Allah karena kehidupan seperti inilah yangdi harapkan oleh allah sebagaimana firmanNya dalam Al-Qur’an :”Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang/tenteram.Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.Q.S.Ar-Ra’d:28-29”.

Memang dengan beban kehidupan sekarang rasanya semakin berat, kebutuhan hidup semakin mahal, harga BBM (Bahan Bakar Minyak) turun naik, sementara penghasilan masyarakat tidak menentu dan kebutuhan keluarga tersebut harus di penuhi, sedangkan godaan kemaksiatan dan kemungkaran juga semakin gencar dan canggih.Oleh karena itu dampak negatif perampokan,pembunuhan, curas, begal motor dan geng motor, pelacuran atau perzinahan dan minuman keras (narkoba) semakin banyak terjadi.

Dalam kehidupan seperti inilah kita harus senantiasa waspada dan berhati-hati untuk manjaga keluarga, terutama anak-anak.Sebagai orang tua kita harus dapat mengarahkan kegiatan anak-anak secara positif untuk masa depan.Misalnya selain sekolah atau kuliah, anak-anak harus mengaji, mengikuti kegiatan remaja mesjid yang saat ini sudah hilang dan mengikutu kursus keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.Dengan demikian anak-anak memiliki kegiatan yang padat setiap harinya seperti kegiatan di pondok pesantren yang sudah maju atau modern.Demikian jugaorangtua harus dapat mebagi waktu untuk bekerja dan beribadah bersamakeluarga.Sekarang ini, banyak suami bahkan istri yang terpaksa bekerja di luar kota bahkan di luar negri, baik sebagai pejabat, tenaga kerja indonesia, buruh bangunan dan sebagainya, sehingga keluarga di tinggalkan dalam waktu lama, akhirnya keluarga mengalami kepincangan dan kekosongan kepemimpinan, sementara istri sangat berat tugasnya untuk mengurus keluarga dan anak-anaknya sendiri.

Bekerja merupakan kewajiban kita semua, tetapi kita jangan sampai menjauhkan kewajiban yang lain terhadap keluarga.Islam memberikan tuntunan untuk bekerja mencari rezki dengan cara yang halal dan hasilnya untuk mencapai ridha Allah melalui ibadah dan amal shaleh.Bekerja bukan hanya mencari kepuasanmenumpuk harta benda dengan cara yang tidak di ridhai Allah dan meninggalkan kewajiban agama.Allah telah memberikan petunjuk dalam surat Ar-ra’d ayat 22-23”Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatn dengan kebaikan , orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik yaitu surga yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shaleh dari bapak-bapak, isteri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.

Menurut penjelasan ayat tersebut, sebenarnya kita dapat menciptakan ketentraman hidup menurut kemampuan dari standar kita masing-masing, karena setiap orang tidak sama standar hidupnya.Untuk menciptakan ketentraman hidup, kita harus berusaha dengan maksimal  melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:

1.Melaksanakan kewajiban sebagai pemeluk agama islam, misalnya shalat lima waktu dan shalat jum’at.Bekerja sesibuk apapun kita tetap berusaha untuk makan dan istirahat, demikian juga shalat jangan di tinggalkan.Namun ternyata pada saat ini masih banyak sekali umat yang tidak mengerjakan shalat dengan alasan sibuk.Padahal shalat di lakukan sesuai dengan kemmpuan masing-masing dan tempat sholat juga mudah di cari di tempat umum.”Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang di tentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.Q.S An-nisa’ ayat 103”.

2.Bekerja dengan cara yang halal untuk memperoleh rezki yang barokah, karena jika cara bekerja kita halal, maka hati kita menjadi tenang dantenteram, sebaliknya jika bekerja di jalan yang tidak halal, maka hidup kita akan di liputi rasa takut dan khawatir, bahkan dapat menyebabkan tekanan batin siang dan malam.
Nabi bersabda:”Tinggalkan lah apa yang kamu ragu-ragukan.Sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan, dan dusta membawa keraguan(ketakutan).H.R.Tarmizi”.

3.Melakukan hubungan pergaulan yang baik dengan keluarga, tetangga dan masyarakat, karena setiap manusia membutuhkan bantan orang lain, misalnya kita sakit atau meninggal dunia, pasti memerlukan bantuan orang lain.Oleh karena itu, sebaiknya kita harus aktif mengikuti kegiatan pengajian, sosial kematian masyarakat(SKM), arisan bulanan, silaturahmi atau pertemuan warga dan kegiatan sosial di masyarakat.”Kebaikan yang paling cepat memperoleh pahala ialah ketaatan dan silaturahmi, sedangkan kejeleka yang paling cepat memperoleh siksa ialah kemaksiatan dan memutuskan hubungan silaturahmi.(H.R Ibnu majah).

4.Membiasakan diri dengan ucapan dan perbuatan yang sesuai dengan ahklak mulia (akhlakul kharimah).Misalnya mengucapkan salam setiap bertemu dengan orang islam, membaca basmalah setiap melakukan perbuatan baik, mengucapkan hamdalah setiap selesai bekerja.Karena dengan membiasakan akhlak yang mulia itu akan membawa ketentraman/ketenangan pada diri sendiri dan orang lain.

5.Menciptakan suasana rumah dengan Al-Qur’an, misalnya memasang kaligrafi Al-Qur’an pada ruag tamu, setiap habis shalat magrib membaca Al-Qur’an atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an melalui kaset atau VCD bersama keluarga.Dengan membuka Al-Quran maka rumah kita akan bernuansa islami dan tdak sepi seperti kuburan.”Janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan.Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di bacakan surat Al-Baqarah (H.R Muslim).

Semoga kita semua dan bersama keluarga mendapatkan ketentraman dan kedamaian hidup, sehingga dapat eribadah dengan kusyuk dan ikhlas serta dapat bekerja untuk mencari rezeki yang halal dan barokah,Selamat dan semoga sukses, Amin ya Robbal alaamin.

Sumber tulisan : Buletin Jumuah Ad-dakwah Oleh IKMI Koorwil Riau.

No comments:

Post a Comment