oleh : Asril,
SHI.,SH.MH

Pada zaman ini,
ketentraman dan ketenangan hidup merupakan hal yang sangat mahal dan sulit di
cari.Oleh karena itu, tidak semua orang memiliki ketenangan/ketentraman
hidup.Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya antara lain adalah manusia itu
sudah meninggalkan ajaran agama dan mengikuti dorongan nafsu amarah saja untuk
mengejar kedudukan harta benda dengan caranya sendiri, sehingga tidak
melaksanakan shalat,puasa, zakat dan sebagainya.Seseeorang bisa mencapai hidup
tenteram bila telah mempunyai penghasilan kerja yang cukup di sertai dengan
pelaksanaan ibadah dan amal shalih, baik dalam keluarga maupun masyarakat.Oleh
karena itu marilah kita bersama-sama berusaha untuk menyelaraskan antara
kehidupan duniawi dan ukhrawi dengan senantiasa mengingat Allah karena
kehidupan seperti inilah yangdi harapkan oleh allah sebagaimana firmanNya dalam
Al-Qur’an :”Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah.Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi
tenang/tenteram.Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh bagi mereka
kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.Q.S.Ar-Ra’d:28-29”.
Memang dengan
beban kehidupan sekarang rasanya semakin berat, kebutuhan hidup semakin mahal,
harga BBM (Bahan Bakar Minyak) turun naik, sementara penghasilan masyarakat
tidak menentu dan kebutuhan keluarga tersebut harus di penuhi, sedangkan godaan
kemaksiatan dan kemungkaran juga semakin gencar dan canggih.Oleh karena itu
dampak negatif perampokan,pembunuhan, curas, begal motor dan geng motor, pelacuran
atau perzinahan dan minuman keras (narkoba) semakin banyak terjadi.
Dalam kehidupan
seperti inilah kita harus senantiasa waspada dan berhati-hati untuk manjaga
keluarga, terutama anak-anak.Sebagai orang tua kita harus dapat mengarahkan
kegiatan anak-anak secara positif untuk masa depan.Misalnya selain sekolah atau
kuliah, anak-anak harus mengaji, mengikuti kegiatan remaja mesjid yang saat ini
sudah hilang dan mengikutu kursus keterampilan yang bermanfaat untuk masa
depan.Dengan demikian anak-anak memiliki kegiatan yang padat setiap harinya
seperti kegiatan di pondok pesantren yang sudah maju atau modern.Demikian
jugaorangtua harus dapat mebagi waktu untuk bekerja dan beribadah
bersamakeluarga.Sekarang ini, banyak suami bahkan istri yang terpaksa bekerja
di luar kota bahkan di luar negri, baik sebagai pejabat, tenaga kerja
indonesia, buruh bangunan dan sebagainya, sehingga keluarga di tinggalkan dalam
waktu lama, akhirnya keluarga mengalami kepincangan dan kekosongan
kepemimpinan, sementara istri sangat berat tugasnya untuk mengurus keluarga dan
anak-anaknya sendiri.
Bekerja
merupakan kewajiban kita semua, tetapi kita jangan sampai menjauhkan kewajiban
yang lain terhadap keluarga.Islam memberikan tuntunan untuk bekerja mencari
rezki dengan cara yang halal dan hasilnya untuk mencapai ridha Allah melalui
ibadah dan amal shaleh.Bekerja bukan hanya mencari kepuasanmenumpuk harta benda
dengan cara yang tidak di ridhai Allah dan meninggalkan kewajiban agama.Allah
telah memberikan petunjuk dalam surat Ar-ra’d ayat 22-23”Dan orang-orang yang
sabar karena mencari keridhaan tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan
sebagian rezki yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau
terang-terangan serta menolak kejahatn dengan kebaikan , orang-orang itulah
yang mendapat tempat kesudahan yang baik yaitu surga yang mereka masuk
kedalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shaleh dari bapak-bapak,
isteri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat
mereka dari semua pintu.
Menurut
penjelasan ayat tersebut, sebenarnya kita dapat menciptakan ketentraman hidup
menurut kemampuan dari standar kita masing-masing, karena setiap orang tidak
sama standar hidupnya.Untuk menciptakan ketentraman hidup, kita harus berusaha
dengan maksimal melakukan beberapa
kegiatan sebagai berikut:
1.Melaksanakan
kewajiban sebagai pemeluk agama islam, misalnya shalat lima waktu dan shalat
jum’at.Bekerja sesibuk apapun kita tetap berusaha untuk makan dan istirahat,
demikian juga shalat jangan di tinggalkan.Namun ternyata pada saat ini masih
banyak sekali umat yang tidak mengerjakan shalat dengan alasan sibuk.Padahal
shalat di lakukan sesuai dengan kemmpuan masing-masing dan tempat sholat juga
mudah di cari di tempat umum.”Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang di
tentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.Q.S An-nisa’ ayat 103”.
2.Bekerja dengan
cara yang halal untuk memperoleh rezki yang barokah, karena jika cara bekerja
kita halal, maka hati kita menjadi tenang dantenteram, sebaliknya jika bekerja
di jalan yang tidak halal, maka hidup kita akan di liputi rasa takut dan
khawatir, bahkan dapat menyebabkan tekanan batin siang dan malam.
Nabi
bersabda:”Tinggalkan lah apa yang kamu ragu-ragukan.Sesungguhnya kebenaran
membawa ketenangan, dan dusta membawa keraguan(ketakutan).H.R.Tarmizi”.
3.Melakukan
hubungan pergaulan yang baik dengan keluarga, tetangga dan masyarakat, karena
setiap manusia membutuhkan bantan orang lain, misalnya kita sakit atau
meninggal dunia, pasti memerlukan bantuan orang lain.Oleh karena itu, sebaiknya
kita harus aktif mengikuti kegiatan pengajian, sosial kematian masyarakat(SKM),
arisan bulanan, silaturahmi atau pertemuan warga dan kegiatan sosial di
masyarakat.”Kebaikan yang paling cepat memperoleh pahala ialah ketaatan dan
silaturahmi, sedangkan kejeleka yang paling cepat memperoleh siksa ialah
kemaksiatan dan memutuskan hubungan silaturahmi.(H.R Ibnu majah).
4.Membiasakan
diri dengan ucapan dan perbuatan yang sesuai dengan ahklak mulia (akhlakul
kharimah).Misalnya mengucapkan salam setiap bertemu dengan orang islam, membaca
basmalah setiap melakukan perbuatan baik, mengucapkan hamdalah setiap selesai
bekerja.Karena dengan membiasakan akhlak yang mulia itu akan membawa
ketentraman/ketenangan pada diri sendiri dan orang lain.
5.Menciptakan
suasana rumah dengan Al-Qur’an, misalnya memasang kaligrafi Al-Qur’an pada ruag
tamu, setiap habis shalat magrib membaca Al-Qur’an atau mendengarkan bacaan
Al-Qur’an melalui kaset atau VCD bersama keluarga.Dengan membuka Al-Quran maka
rumah kita akan bernuansa islami dan tdak sepi seperti kuburan.”Janganlah kamu
menjadikan rumahmu seperti kuburan.Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang
di bacakan surat Al-Baqarah (H.R Muslim).
Semoga kita
semua dan bersama keluarga mendapatkan ketentraman dan kedamaian hidup, sehingga
dapat eribadah dengan kusyuk dan ikhlas serta dapat bekerja untuk mencari
rezeki yang halal dan barokah,Selamat dan semoga sukses, Amin ya Robbal
alaamin.
Sumber tulisan :
Buletin Jumuah Ad-dakwah Oleh IKMI
Koorwil Riau.
No comments:
Post a Comment