OLEH: ASRIL,SHI.,SH.,MH.

Di
dalam Al-Qur’an ada satu surat yang bernama surat Luqman, di mana Allah telah
memberikan contoh kepada ibu bapak untuk membentuk anak-anaknya, seperti yang
telah di lakukan di zaman dahulu oleh Luqmanul Hakim kepada
anak-anaknya.Pokok-pokok yg di kemukakan oleh Luqman dalam nasehat (pengajaran)
kepada anak-anaknya dalam garis besarnya terdiri dari lima hal yaitu:
1.Pendidikan Aqidah (Tauhid)
Allah
SWT telah berfirman :
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata
kepada anaknya, di waktu ia memberikan pelajaran kepadanya, “Hai anakku,
janganlah amu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
benar-benar kezaliman yang besar”.
Penjelasan jangan mensyerikatkan Allah
(syirik) itu yang di sebutkan dengan istilah tauhid, adalah termasuk dalam
rangka aqidah, yang merupakan landasan pokok dalam kehidupan manusia.Tidak
heran apabila persoalan itu di letakkan pada no.1 dalam rangkaian nasehat
Luqman.Tauhid membentuk jiwa dan sikap hidup manusia hanya semata-mata percaya
kepada Allah, kepercayaan yang murni.Dengan pendidikan tauhid anak-anak akan
mempunyai pegangan, tidak kehilangan arah dalam situasi bagaimanapun, baik di
waktu lapang maupun di waktu sempit.Sebab mereka percaya sepenuhnya, bahwa segala
sesuatu yang di temui dalam kehidupan ini datangnya dari yang maha kuasa dan
akan kembali kepada-Nya.
2.Pendidikan Berbakti (Ibadah)
Pada
ayat berikutnya dalam surat Luqman ayat 17 itu di jelaskan :”Hai anakku!
dirikanlah shalat.Dari urutan ini dapat kita pahami bahwa setelah seorang anak
mempunyai landasan yang kuat dalam kehidupannya, harusah di bentuk pula supaya
dia berbakti kepada Alllah dengan mengerjakan shalat sebagai satu cara Ubudiyah
dan berbakti kepada Allah, menunjukkan syukur kepada nikmat-nikmat yang
dikaruniakanNya, pengaruh baik pada nilai shalat itu mengntungkan kepada
manusia sendiri, baik menyangkut soal jasmani maupun masalah-masalah rohani.
3.Pendidikan kemasyarakatan (sosiologi)
Dalam
sambungan ayat di atas di jelaskan pula “Suruhlah mengerjakan (perbuatan) yang
baik dan laranglah dari perbuatan yang jahat(mungkar)”.Hendaklah ibu dan bapak
mendidik anaknya supaya mereka membiasakan diri memperbuat kebajikan, baik
untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain atau masyarakat, supaya menjauhi
perbuatan yang buruk, ang merugikan kepada diri sendiri dan merusak pada orang
lain.
4.Pendidikan Mental
Tentang
pembentukan mental, disebutkan dalamsambungan ayat tersebut;”Dan berlaku
sabarlah(teguh hati) menghadapi peristiwa yang
menimpa engkau, sesungguhya skikap yang demikian termasuk perintah yang
sunguh-sungguh”.Sikap saba dan teguh hati mengarungi gelombang hidup, terutama
menghadapi musim pancaroba adalah salah satu sikap mental yang di perlukan
untuk mencapai sukses dan kemenangan dalamsetiap usaha dan perjuangan.Keteguhan
hati dapat membentuk kemauan yang kuat, menguatkan cita-cita mengalirkan
kegiatan, menghilangkasemangat lesu dan lain sebagainya.
5.Pendidikan Ahlak (budi pekerti)
Sambungan
ayat itu “Janganlah engkau memalingkan muka dari manusia karenakesombongan dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.Sesungguhnya Allah tidak
suka kepada orang yang sombongdan membanggakan diri (Q.S Luqman ayat18).Allah
sangat membenci orang-orang yang selalu membanggakan diri, kecantikannya,
kepandaiannya dan kekayaannya.” dan berlaku sabarlah dalam
perjalanan/melangkah, dan lembutkanlah suara engkau, sesungguhnya suara yang
amat buruk ialah suara keledai(Q.S
Luqman ayat 19).
Pokok-pokok
inilah yang harus di tanamkan oleh setiap ibu bapak ke dalam jiwa
putra-putrinya semenjak waktu kecil sehingga setelah pemuda dan dewasa kelak,
anak-anak itu sudah terlatih dengan
alat-alat dan syarat-syarat yang di perlukan dalam menghadapi kehidupan, yang sesuai
dengan hasrat yang di inginkan oleh setiap ibu da bapak.Akan tetapi sangat
ganjil, dalam hal ini pelaksanaan ibu bapak sendiri dalam praktek dan kenyataan
yang mereka tunjukkan dalam perbuatan sendiri.Tidak mungkin seorang mempunyai
aqidah yang kuat, menjadi orang yang taat dan berbakti kepada Allah SWT,
menjadi pejuang penegakan kebaikan dan memberantas kemerosotan dan kemaksiatan,
menjadi seorang yang tetap teguh, mempunyai moral yang baik seandainya bapak
ibu sendiri tidak pernah berbuat yang demikian dalam kehidupan mereka
sehari-hari,Jika ibu bapak umpanya masih percaya pada khurafat, tahayul, jarang
menghadap kiblat (mengerjkan shalat) kurang mengerjakan perbuatan-perbuatan
kebajikan, tidak kuat jiwa dan daya tahannya, berlaku sombong, angkuh, hanya
pandai berteriak dan sebagainya, maka sudah pasti anak-anaknya sendiri tidak
jauh dari prilaku demikian.Itulah sebabnya Rasulullah menegaskan bahwa ibu dan
bapak sendirilah pada hakekatnya menjadikan anak mereka baik atau buruk,
menjadi bunga atau benalu.Mudah-mudahan anak-anak kita menjadi anak yang shaleh
dan shalehah.
sumber tulisan: Buletin Jumu’ah AD
DAKWAH yg di terbitkan oleh IKMI KOORWIL RIAU.
semoga bermanfaat...
No comments:
Post a Comment