Friday, May 29, 2015

LUQMANUL HAKIM BAPAK PENDIDIKAN

LUQMANUL HAKIM BAPAK PENDIDIKAN
OLEH: ASRIL,SHI.,SH.,MH.


            Di dalam Al-Qur’an ada satu surat yang bernama surat Luqman, di mana Allah telah memberikan contoh kepada ibu bapak untuk membentuk anak-anaknya, seperti yang telah di lakukan di zaman dahulu oleh Luqmanul Hakim kepada anak-anaknya.Pokok-pokok yg di kemukakan oleh Luqman dalam nasehat (pengajaran) kepada anak-anaknya dalam garis besarnya terdiri dari lima hal yaitu:

1.Pendidikan Aqidah (Tauhid)

            Allah SWT telah berfirman :

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberikan pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah amu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) benar-benar kezaliman yang besar”.

Penjelasan jangan mensyerikatkan Allah (syirik) itu yang di sebutkan dengan istilah tauhid, adalah termasuk dalam rangka aqidah, yang merupakan landasan pokok dalam kehidupan manusia.Tidak heran apabila persoalan itu di letakkan pada no.1 dalam rangkaian nasehat Luqman.Tauhid membentuk jiwa dan sikap hidup manusia hanya semata-mata percaya kepada Allah, kepercayaan yang murni.Dengan pendidikan tauhid anak-anak akan mempunyai pegangan, tidak kehilangan arah dalam situasi bagaimanapun, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.Sebab mereka percaya sepenuhnya, bahwa segala sesuatu yang di temui dalam kehidupan ini datangnya dari yang maha kuasa dan akan kembali kepada-Nya.

2.Pendidikan Berbakti (Ibadah)

            Pada ayat berikutnya dalam surat Luqman ayat 17 itu di jelaskan :”Hai anakku! dirikanlah shalat.Dari urutan ini dapat kita pahami bahwa setelah seorang anak mempunyai landasan yang kuat dalam kehidupannya, harusah di bentuk pula supaya dia berbakti kepada Alllah dengan mengerjakan shalat sebagai satu cara Ubudiyah dan berbakti kepada Allah, menunjukkan syukur kepada nikmat-nikmat yang dikaruniakanNya, pengaruh baik pada nilai shalat itu mengntungkan kepada manusia sendiri, baik menyangkut soal jasmani maupun masalah-masalah rohani.

3.Pendidikan kemasyarakatan (sosiologi)
            Dalam sambungan ayat di atas di jelaskan pula “Suruhlah mengerjakan (perbuatan) yang baik dan laranglah dari perbuatan yang jahat(mungkar)”.Hendaklah ibu dan bapak mendidik anaknya supaya mereka membiasakan diri memperbuat kebajikan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain atau masyarakat, supaya menjauhi perbuatan yang buruk, ang merugikan kepada diri sendiri dan merusak pada orang lain.

4.Pendidikan Mental
            Tentang pembentukan mental, disebutkan dalamsambungan ayat tersebut;”Dan berlaku sabarlah(teguh hati) menghadapi peristiwa yang  menimpa engkau, sesungguhya skikap yang demikian termasuk perintah yang sunguh-sungguh”.Sikap saba dan teguh hati mengarungi gelombang hidup, terutama menghadapi musim pancaroba adalah salah satu sikap mental yang di perlukan untuk mencapai sukses dan kemenangan dalamsetiap usaha dan perjuangan.Keteguhan hati dapat membentuk kemauan yang kuat, menguatkan cita-cita mengalirkan kegiatan, menghilangkasemangat lesu dan lain sebagainya.

5.Pendidikan Ahlak (budi pekerti)
            Sambungan ayat itu “Janganlah engkau memalingkan muka dari manusia karenakesombongan dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombongdan membanggakan diri (Q.S Luqman ayat18).Allah sangat membenci orang-orang yang selalu membanggakan diri, kecantikannya, kepandaiannya dan kekayaannya.” dan berlaku sabarlah dalam perjalanan/melangkah, dan lembutkanlah suara engkau, sesungguhnya suara yang amat  buruk ialah suara keledai(Q.S Luqman ayat 19).

            Pokok-pokok inilah yang harus di tanamkan oleh setiap ibu bapak ke dalam jiwa putra-putrinya semenjak waktu kecil sehingga setelah pemuda dan dewasa kelak, anak-anak itu sudah terlatih  dengan alat-alat dan syarat-syarat yang di perlukan dalam menghadapi kehidupan, yang sesuai dengan hasrat yang di inginkan oleh setiap ibu da bapak.Akan tetapi sangat ganjil, dalam hal ini pelaksanaan ibu bapak sendiri dalam praktek dan kenyataan yang mereka tunjukkan dalam perbuatan sendiri.Tidak mungkin seorang mempunyai aqidah yang kuat, menjadi orang yang taat dan berbakti kepada Allah SWT, menjadi pejuang penegakan kebaikan dan memberantas kemerosotan dan kemaksiatan, menjadi seorang yang tetap teguh, mempunyai moral yang baik seandainya bapak ibu sendiri tidak pernah berbuat yang demikian dalam kehidupan mereka sehari-hari,Jika ibu bapak umpanya masih percaya pada khurafat, tahayul, jarang menghadap kiblat (mengerjkan shalat) kurang mengerjakan perbuatan-perbuatan kebajikan, tidak kuat jiwa dan daya tahannya, berlaku sombong, angkuh, hanya pandai berteriak dan sebagainya, maka sudah pasti anak-anaknya sendiri tidak jauh dari prilaku demikian.Itulah sebabnya Rasulullah menegaskan bahwa ibu dan bapak sendirilah pada hakekatnya menjadikan anak mereka baik atau buruk, menjadi bunga atau benalu.Mudah-mudahan anak-anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah.


sumber tulisan: Buletin Jumu’ah AD DAKWAH yg di terbitkan oleh IKMI KOORWIL RIAU.
semoga bermanfaat...
 

No comments:

Post a Comment