Tuesday, May 26, 2015

Derajat Orang yang Berilmu & Hukum Mengajarkan Ilmu

Menuntut Ilmu
bagian
Derajat Orang yang Berilmu & Hukum Mengajarkan Ilmu


Assalamualaikum wr wb.

Jika di tinjau dari segi orang yang memiliki ilmu dengan yang tidak sungguh sangat jauh sekali perbedaannya, baik nilainya maupun derajatnya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Az-Zumar, ayat 9 :
Artinya:”Katakanlah hai muhammad!. Adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya orang yang dapat menyadari itu hanyalah orang yang mempunyai fikiran”.(Az-Zumar, ayat 9).
Di dalam ayat lain Allah berfirman:

Artinya:”Allah meninggikan segala orang yang beriman dan segala orang yang di berikan lmu dengan beberapa derajat”.(surah Al-mujaadalah ayat 11).

Ayat-ayat tersebut menggambarkan betapa tinggi nilai dan derajat orang yang berilmu itu, dengan ilmu manusia  akan memperoleh segala kebaikan; dan dengan ilmu manusia akan memperoleh kedudukan derajat yang mulia.Walaupun pada suatu ketika pandangan manusia terhadap ilmu atau pemilik ilmu manjadi kabur, karena kerasnya pengaruh benda-benda atau yang lain-lain, tetapi kita yakin, nanti pada suatu ketika juga manakala bahaya yang di timbulkan oleh benda-benda atau yang lainnya telah menghebat, orang akan kembali lagi mencari ilmu untuk pengobatannya.

Hukum Mengajarkan Ilmu

Kalau kita telahmempelajari dan memiliki ilmu-ilmu itu, apakah kewajiban kita yang harus di tunaikan ?.. Kewajiban yang harus di tunaikan ialah mengamalkan segala ilmu itu, sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan manfaat bagi orang lain.

Agar bermanfaat bagi orang lain hendaklah ilmu itu kita ajarkan kepada mereka.Mengajarkan ilmu-ilmu ialah :”Memberi penerangan kepada mereka dengan uraian lisan, atau dengan melaksanakan dengan suatu amal di hadapan mereka atau dengan jalan menyusun dan mengarang buku-buku untuk dapat di ambil manfaatnya.
Mengajarkan ilmu kecuali ilmu memang di perintah oleh agama,sungguh tidak di sangkal lagi bahwa mengajar adalah suatu pekerjaan yang seutama-utamanya.Nabi di utus kedunia ini pun dengan tugas mengajar, sebagaimana sabdanya yang artinya

“Aku di utus ini, untuk menjadi pengajar”(H.R Baihaqi).

Sekiranya Allah tidak membangkitkan rasul untuk menjadi guru manusia,guru dunia, tentulah masyarakat manusia tinggal dalam kebodohan sepanjang massa.

Walaupun akal dan otak manusia mungkin menghasilkan berbagai ilmu pengetahuan, namun masih ada juga hal-hal yang tidak dapat di jangkaunya, yaitu hal-hal yang di luar akal manusia.Untuk itulah rasul Allah di bangkitkan di dunia ini.

Memngingat pentingnya penyebaran ilmu pengetahuan kepada manusia/masyarakat secara luas, agar mereka tidak dalam kebodohan dan kegelapan, maka di perlukan kesadarannya bagi para mu’allim, para guru dan ulama untuk beringan tangan menuntun mereka menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.Bagi para guru dan ulama yang suka menyembunyikan ilmunya mendapat ancaman sebagaimana sabda nabi SAW:

Artinya:”Barang siapa di tanya tentang suatu ilmu, kemudian menyembunyikan ( tidak mau memberikan jawabannya ), maka Allah akan mengekangkan (mulutnya),kelak di hari kiamat dengan kekangan(kendali) dari api neraka”.(H.R Ahmad).

Marilah kita tuntut ilmu pengetahuan , sesempat mungkin dengan tidak ada hentinya tanpa absen sampai ke liang kubur, dengan ikhlas dan tekad mengamalkan dan menyubangkannya kepada masyarakat, agar kita semua dapat mengenyam hasil dan buahnya.

Sekian dan terima kasih dan semoga bermanfaat..
baca juga


wassalamualaikum...

No comments:

Post a Comment