bagian
Derajat
Orang yang Berilmu & Hukum Mengajarkan Ilmu
Assalamualaikum
wr wb.
Jika di tinjau dari segi orang yang
memiliki ilmu dengan yang tidak sungguh sangat jauh sekali perbedaannya, baik
nilainya maupun derajatnya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Az-Zumar,
ayat 9 :
Artinya:”Katakanlah hai muhammad!.
Adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya
orang yang dapat menyadari itu hanyalah orang yang mempunyai
fikiran”.(Az-Zumar, ayat 9).
Di dalam ayat lain Allah berfirman:
Artinya:”Allah meninggikan segala orang
yang beriman dan segala orang yang di berikan lmu dengan beberapa
derajat”.(surah Al-mujaadalah ayat 11).
Ayat-ayat tersebut menggambarkan betapa
tinggi nilai dan derajat orang yang berilmu itu, dengan ilmu manusia akan memperoleh segala kebaikan; dan dengan
ilmu manusia akan memperoleh kedudukan derajat yang mulia.Walaupun pada suatu
ketika pandangan manusia terhadap ilmu atau pemilik ilmu manjadi kabur, karena
kerasnya pengaruh benda-benda atau yang lain-lain, tetapi kita yakin, nanti
pada suatu ketika juga manakala bahaya yang di timbulkan oleh benda-benda atau
yang lainnya telah menghebat, orang akan kembali lagi mencari ilmu untuk
pengobatannya.
Hukum
Mengajarkan Ilmu
Kalau kita telahmempelajari dan memiliki
ilmu-ilmu itu, apakah kewajiban kita yang harus di tunaikan ?.. Kewajiban yang
harus di tunaikan ialah mengamalkan segala ilmu itu, sehingga menjadi ilmu yang
bermanfaat bagi diri kita sendiri dan manfaat bagi orang lain.
Agar bermanfaat bagi orang lain
hendaklah ilmu itu kita ajarkan kepada mereka.Mengajarkan ilmu-ilmu ialah
:”Memberi penerangan kepada mereka dengan uraian lisan, atau dengan
melaksanakan dengan suatu amal di hadapan mereka atau dengan jalan menyusun dan
mengarang buku-buku untuk dapat di ambil manfaatnya.
Mengajarkan ilmu kecuali ilmu memang di
perintah oleh agama,sungguh tidak di sangkal lagi bahwa mengajar adalah suatu
pekerjaan yang seutama-utamanya.Nabi di utus kedunia ini pun dengan tugas
mengajar, sebagaimana sabdanya yang artinya
“Aku di utus ini, untuk menjadi
pengajar”(H.R Baihaqi).
Sekiranya Allah tidak membangkitkan
rasul untuk menjadi guru manusia,guru dunia, tentulah masyarakat manusia
tinggal dalam kebodohan sepanjang massa.
Walaupun akal dan otak manusia mungkin
menghasilkan berbagai ilmu pengetahuan, namun masih ada juga hal-hal yang tidak
dapat di jangkaunya, yaitu hal-hal yang di luar akal manusia.Untuk itulah rasul
Allah di bangkitkan di dunia ini.
Memngingat pentingnya penyebaran ilmu
pengetahuan kepada manusia/masyarakat secara luas, agar mereka tidak dalam
kebodohan dan kegelapan, maka di perlukan kesadarannya bagi para mu’allim, para
guru dan ulama untuk beringan tangan menuntun mereka menuju kebahagiaan dunia
dan akhirat.Bagi para guru dan ulama yang suka menyembunyikan ilmunya mendapat
ancaman sebagaimana sabda nabi SAW:
Artinya:”Barang siapa di tanya tentang
suatu ilmu, kemudian menyembunyikan ( tidak mau memberikan jawabannya ), maka
Allah akan mengekangkan (mulutnya),kelak di hari kiamat dengan
kekangan(kendali) dari api neraka”.(H.R Ahmad).
Marilah kita tuntut ilmu pengetahuan ,
sesempat mungkin dengan tidak ada hentinya tanpa absen sampai ke liang kubur,
dengan ikhlas dan tekad mengamalkan dan menyubangkannya kepada masyarakat, agar
kita semua dapat mengenyam hasil dan buahnya.
Sekian dan terima kasih dan semoga
bermanfaat..
baca juga
wassalamualaikum...

No comments:
Post a Comment